Nama-nama Bulan dan Hari Kalender Hijriah, Ada 4 Bulan Haram Menurut Islam

Nama-nama Bulan dan Hari Kalender Hijriah

Kalender Islam awam disebut kalender Hijrah atau Hijriah, sebab permulaan perhitungannya merupakan hijrah Nabi Muhammad SAW.

Kalender ini menerapkan perhitungan tahun bulan (lunar year atau qamariyah).

Tiap-tiap putaran bulan diketahui dengan munculnya bulan sabit (bahasa Arabnya al-hilal atau ahillāh).

Dalam sebuah kalender, tentu ada nama-nama bulan dan hari. Itu juga dengan kalender Hijriah.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Arafah yang Dilaksanakan Senin 19 Juli 2021

Dikutip https://mci-indonesia.id/ dari buku ‘Almanak Alam Islami Sumber Referensi Keluarga Muslim Milenium Baru’ terbitan Pustaka Jaya yang ditulis oleh Rachmat Taufiq Hidayat, H. endang Saiuddin Anshari, Thomas Djamaluddin, dan Nia Kurnia, berikut penjelasannya.

Meskipun orang-orang Arab menerapkan penanggalan bulan untuk kalender mereka, melainkan beberapa nama-nama bulannya mencerminkan pembagian bulan berdasarkan musim-musim kalender sang surya.

Nama-nama bulannya itu sebagai berikut:
1. Muharram (bulan suci)
2. Safar (bulan yang hampa)
3. Rabi’ al-Awwal (musim semi pertama)
4. Rabi’ al-Sani (musim semi kedua)
5. Jumad al-Ula (musim dingin pertama)
6. Jumad al-Saniyyah (musim dingin kedua
7. Rajab (bulan yang dipuja)
8. Sya’ban (bulan pembagian)
9. Ramadhon (bulan musim panas)
10. Syawwal (bulan perburuan)
11. Zul-Qa’dah (bulan rehat)
12. Zul-Hijjah (bulan haji)

Bulan-bulan Haram

Dari dua belas bulan di atas, ada empat bulan yang tergolong bulan haram (terlarang untuk berperang).

Hal itu sebagaimana Firman Allah SWT dalam Q.S At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ – ٣٦

Artinya: “Sebetulnya jumlah bulan berdasarkan Allah merupakan dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketentuan Allah pada waktu Ia menjadikan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.

Itulah (ketentuan) agama yang lurus, karenanya janganlah kau menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka malahan memerangi kau semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa”.

Hal itu kemudian diperjelas oleh Rasulullah SAW dalam salah satu khutbah beliau sebagai berikut:

“Tahun terdiri atas 12 bulan, di antaranya ada empat bulan terlarang, tiga berturut-ikut, adalah: ZulQa’dah, Zul-Hijjah, dan Muharram, dan Rajab yang berlokasi antara Jumad as-Saniyyah dan Sya ban”.

Rajab amat dipertegas oleh Rasulullah dari bulan-bulan lainnya, sebab beberapa orang Arab menyangka Rajab itu bukan bulan larangan.

Bulan larangan yang amat dikukuhkan orang dewasa itu merupakan bulan antara Sya’ban dan Syawwal, adalah bulan Ramadhon, bulan yang memang benar-benar dimuliakan umat Islam sebagai bulan puasa.

Kecuali bulan, Kalender Hijriah juga memiliki tujuh hari dalam sepekan.

Lima hari dalam sepekan dinamakan dengan nomor bilangan, adalah hari pertama disebut yaum al-Ahad (Ahad dalam bahasa Arab artinya satu), seperti itu seterusnya, hingga hari kelima.

Baru pada hari keenam disebut hari Jumat (hari berkumpul) sebab pada hari itu orang berkumpul di mesjid untuk melakukan salat Jumat.

Kemudian hari ketujuh disebut hari Sabtu, artinya hari rehat, mengacu pada kebiasaan Yahudi sebagai hari Sabbath.

Dalam kebiasaan Arab, nama Sabtu untuk hari ketujuh, berasal dari kata sab’ah, yang berarti tujuh.

Nama-nama hari itu lengkapnya sebagai berikut:
1. Yaum al-Ahad (Pekan)
2. Yaum al-Isnain (Senin)
3. Yaum as-Salasa’ (Selasa)
4. Yaum al-Arbi’ah atau Arba’ah (Rabu)
5. Yaum al-Khamis (Kamis)
6. Yaum al-Jum’ah (Jumat)
7. Yaum as-Sabt (Sabtu).

Tinggalkan Balasan