Ketegangan Kembali Terjadi, Israel Bombardir Lebanon Selatan Usai Diserang Roket

Ketegangan Kembali Terjadi, Israel Bombardir Lebanon Selatan Usai Diserang Roket

Mci-indonesia.id – Ketegangan Israel dan Lebanon kembali terjadi usai sebuah roket ditembakkan dari perbatasan Lebanon.

Roket tersebut dilaporkan menghantam kawasan kosong di Israel dan tidak menimbulkan kerugian.

Pasukan Israel membalas dan telah menembakkan puluhan peluru artileri ke Lebanon Selatan.

Seorang juru bicara militer Israel mengunggah pernyataan bahwa pasukan artileri membombardir daerah terbuka di Lebanon Selatan.

Kelompok-kelompok kecil di Lebanon sebelumnya sudah pernah menembakkan roket ke arah Israel.

Tentara Lebanon mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan Israel telah meluncurkan 50 peluru artileri ke beberapa kota Lebanon dekat perbatasan selatan dengan Israel.

Selain itu, pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di selatan negara itu membunyikan sirine di beberapa posisinya di dekat perbatasan, sementara Tentara Lebanon mengerahkan pasukan.

Komandan Misi UNIFIL Aroldo Lázaro memerintahkan untuk tenang dan menahan diri.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis kemudian Lázaro menyebut tanggapan Israel, Dia juga meminta semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

“Kepala Misi dan Komandan Pasukan Mayor Jenderal Aroldo Lázaro telah melakukan kontak langsung dengan pihak berwenang di kedua sisi Garis Biru untuk mendesak pengekangan,” kata pernyataan itu.

“Meskipun demikian, Pasukan Pertahanan Israel menembakkan kembali beberapa lusin peluru ke Lebanon,” katanya dikutip Mci-indonesia.id dari Al Jazeera pada Selasa, 26 April 2022.

Baca Juga: Media Asing Sebut Banyak Negara yang Menderita Akibat Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng

Menurut laporan, tidak ada cedera atau korban yang dilaporkan di kedua sisi perbatasan.

Tidak jelas kelompok mana di Lebanon yang berada di balik serangan roket tersebut.

Insiden itu terjadi ketika ketegangan berkobar di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki dalam beberapa pekan terakhir setelah pasukan Israel menyerbu kompleks Al-Aqsa.

Dalam dua minggu terakhir 16 orang Palestina dan tiga orang Israel telah tewas.

Pesawat-pesawat tempur Israel melakukan serangan di Jalur Gaza dua kali pekan lalu setelah sebuah roket ditembakkan dari daerah kantong yang terkepung, yang telah berada di bawah blokade darat, laut dan udara yang diberlakukan Israel sejak 2007.***

Tinggalkan Balasan