Donald Trump Kalahkan Joe Biden dalam Polling Pemilu AS 2024 Terbaru

Donald Trump Kalahkan Joe Biden dalam Polling Pemilu AS 2024 Terbaru

Sebuah jejak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa mantan Presiden Donald Trump berada di posisi yang baik untuk pertandingan ulang melawan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, dan bahkan bisa keluar sebagai pemenang pada pemilu 2024 mendatang.

Meskipun Donald Trump belum secara resmi mengumumkan rencana untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden AS pada 2024, namun polling terbaru tersebut menyatakan bahwa Trump lebih unggul daripada Joe Biden.

Jajak pendapat yang dirilis oleh Emerson College pada Jumat, 5 November 2021 itu menunjukkan Donald Trump berhasil mengalahkan Joe Biden dengan angka tipis dalam pertarungan hipotetis.

Dalam hasil tersebut, meskipun baik Donald Trump maupun Joe Biden tidak didukung oleh mayoritas pemilih, namun mantan Presiden AS itu unggul 2 poin dari presiden saat ini, Biden.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Perempat Final Euro 2021 di RCTI

Dilansir mci-indonesia.id dari laman Newsweek, menurut data survei Emerson terbaru, Trump didukung oleh 45 persen pemilih terdaftar, sementara Biden hanya didukung oleh 43 persen.

Sementara itu, 11 persen pemilih terdaftar mengatakan mereka ingin memilih “orang lain”, dan hanya 1 persen mengatakan mereka tetap “bingung”.

Jajak pendapat baru Emerson itu dilakukan dari 3 hingga 4 November dengan margin kesalahan plus atau minus 3 poin persentase.

Khususnya, kesenjangan antara Trump dan Biden sedikit melebar sejak Emerson melakukan jajak pendapat serupa pada awal September.

Survei sebelumnya menunjukkan Trump memimpin Biden hanya dengan 1 poin persentase. Namun, baik Partai Republik maupun Demokrat didukung oleh lebih banyak pemilih terdaftar pada saat itu.

Trump didukung oleh 47 persen dibandingkan dengan 46 persen yang mendukung Biden. Pada bulan ini, dukungan Trump telah menurun 2 poin sementara Biden turun 3 poin.

Jajak pendapat Emerson juga menunjukkan bahwa peringkat persetujuan Biden terus menurun, sementara peringkat ketidaksetujuannya melonjak ke atas. Pada bulan September, 46 persen pemilih terdaftar menyetujui Biden sementara 47 persen tidak setuju.

Sekarang pada awal November, hanya 41 persen yang mengatakan mereka menyetujui presiden sementara setengahnya (50 persen) menimpali ketidaksetujuan mereka.

Diketahui, persetujuan Biden telah menurun paling banyak di antara pemilih kulit hitam, yang pada bulan Februari, hampir tiga perempat (72 persen) mendukung presiden.

Data jajak pendapat terbaru menunjukkan penurunan 20 poin di antara pemilih kulit hitam, menjadi hanya 52 persen.

Jajak pendapat baru-baru ini oleh organisasi lain pun secara konsisten menunjukkan peringkat persetujuan Biden menurun.

Rata-rata survei FiveThirtyEight menunjukkan sekitar 50,4 persen pemilih tidak setuju dengan presiden dan hanya 42,9 persen yang setuju.

Meskipun Trump belum secara resmi mengumumkan rencana untuk mencalonkan diri pada tahun 2024, namun mantan presiden dan sekutunya telah berulang kali mengisyaratkan kemungkinan tersebut.

Jason Miller, mantan penasihat utama Trump, mengatakan pada Oktober bahwa dia yakin Trump “pada akhirnya” akan mengumumkan pencalonan presiden lainnya.

“Saya pikir pada akhirnya pada 2024 Presiden Trump memang mencalonkan diri lagi. Setidaknya itulah harapan saya,” kata Miller dalam sebuah wawancara dengan Fox Business.

“Tapi saya tidak berpikir itu akan melawan Joe Biden. Saya pikir itu akan melawan Kamala Harris (wakil presiden) atau mungkin Gavin Newsom (Gubernur California),” prediksinya.

Tinggalkan Balasan