Apa Itu Atheis dan Atheisme? Mengenal Pandangan Ketidakpercayaan akan Adanya Tuhan

mci-indonesia.id

Belakangan ini, pembicaraan tentang keyakinan atau keimanan menjadi topik yang cukup banyak dibicarakan, termasuk di media sosial.

Meski terkadang pembicaraan soal pandangan agama ataupun keyakinan bisa menimbulkan konflik, tetapi topik ini tetap saja dibicarakan.

Tidak hanya kepercayaan-kepercayaan yang diyakini dalam agama, ada juga beberapa kepercayaan lain yang diyakini.

Salah satunya adalah atheist atau atheisme, kata ini sepertinya sudah tidak asing di telinga karena telah dibicarakan sejak lama.

Baca Juga: Bacaan Lengkap Doa Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan 2022

Lalu, apa sebenarnya atheist atau atheisme itu? Simak penjelasan lengkapnya:

Dikutip mci-indonesia.id dari berbagai sumber, Jumat, 3 September 2021, atheisme adalah satu hal: kurangnya kepercayaan pada tuhan, sedangkan penganutnya disebut atheis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, atheis adalah orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan.

Secara umum, atheisme adalah pandangan yang tidak mempercayai adanya Tuhan, atau menolak keberadaan Tuhan.

Atheisme bukanlah keyakinan afirmatif bahwa tidak ada Tuhan, dan juga tidak menjawab pertanyaan lain tentang apa yang diyakini seseorang. Namun, hanyalah penolakan terhadap pernyataan bahwa ada dewa.

Atheisme terlalu sering didefinisikan secara tidak benar sebagai sistem kepercayaan. Sehingga untuk memperjelas, atheisme bukanlah ketidakpercayaan pada dewa atau penyangkalan terhadap dewa; Ini adalah kurangnya kepercayaan pada Tuhan.

Kamus yang lebih tua mendefinisikan Atheist sebagai “keyakinan bahwa tidak ada Tuhan”.

Meskipun memiliki kepercayaan tersendiri, atheisme bukanlah agama seperti halnya kepercayaan-kepercayaan lain seperti Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan lain sebagainya.

Atheisme adalah paham yang menyangkal sama sekali keberadaan Tuhan, karena keberadaan-Nya tidak dapat dibuktikan secara empiris ataupun logis.

Bagi mereka yang menganut atheisme, keberadaan manusia di bumi tidaklah terjadi begitu saja.

Manusia ada di bumi karena proses metafisika dan alamiah yang terjadi secara berkesinambungan dan merupakan bagian dari alam semesta.

Atheis tidak percaya adanya kehidupan setelah kematian. Sebab bagi mereka, manusia atau makhluk yang mati berarti proses metafisika dan alamiah mereka telah selesai.

Tinggalkan Balasan