Viral Peternak Histeris Tangisi Sapinya yang Mati Terjangkit PMK di Lumajang

Viral Peternak Histeris Tangisi Sapinya yang Mati Terjangkit PMK di Lumajang

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkit ternak di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah.

Menjelang Idul Adha, pemerintah gegas mengantisipasi penyebaran PMK dan memastikan ketersediaan hewan kurban sehat bagi masyarakat.

Namun, PMK memang jelas tampak menyakitkan bagi para pemilik ternak yang terjangkit.

Beberapa video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa peternak yang menangis histeris harus kehilangan sapi-sapi mereka.

Mereka meratapi kemalangan ternak mereka yang bagi sebagian masyarakat dianggap sebagai ladang dan tumpuan hidup keluarga.

Salah satu video yang diunggah oleh akun Facebook Slovea ILyansyah Daniel, memperlihatkan seorang peternak menangis histeris tak kuasa melihat ternaknya terkulai karena terinfeksi PMK.

Baca Juga: Nikahi Sabrina Chairunnisa, Mas Kawin Bernilai Fantastis dari Deddy Corbuzier Jadi Sorotan

“Sadisnya wabah penyakit sapi ini yg terjadi di desa Blimbing, Dusun Tempursari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang,” kata akun tersebut pada 5 Juni 2022.

Video tersebut juga diunggah ulang oleh akun Twitter @husain_fahasbu pada 7 Juni 2022.

Nahdliyin itu menjelaskan bahwa pada hakikatnya ibu yang menangis di hadapan sapi miliknya itu bukan semata-mata karena ternaknya mati, akan tetapi sapi tersebut menjadi salah satu sumber penghidupan bagi keluarga.

“Orang-orang desa menyekolahkan hingga menikahkan anak dari hasil beternak sapi, bangun rumah, beli motor, bahkan pergi hai dan lain-lain juga karena hasil ternak sapi,” katanya.

Bahkan, Ahmad mengaku beberapa kali pernah menyaksikan dan merasakan kesedihan yang dialami langsung para peternak yang menangis ternaknya mati diserang PMK.

“Saya beberapa kali melihat dengan mata kepala sendiri para peternak nangis jika sapi sebagai ‘teman hidup’ mereka mengalami penyakit apalagi sampai mewabah seperti belakang ini. nyesek dan ikut sedih,” ucapnya, sebagaimana dikutip pada Rabu, 8 Juni 2022.

Tinggalkan Balasan