Seorang Pria Rela ‘Tenggelam’ di Kalimalang Bekasi demi Klaim Asuransi

Seorang Pria Rela 'Tenggelam' di Kalimalang Bekasi demi Klaim Asuransi

Seorang pengendara motor bernama Wahyu Suhada (35) rela ‘tenggelam’ di Sungai Kalimalang, Bekasi demi klaim asuransi.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan mengatakan bahwa awalnya Wahyu Suhada dilaporkan tenggelam usai ditabrak Toyota Fortuner di Jalan Inspeksi Kalimalang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Namun, Gidion Arif Setyawan mengatakan kasus kecelakaan tersebut adalah rekayasa demi mengklaim asuransi.

“Dari hasil penyelidikan, baik secara saintifik maupun data lapangan oleh petugas, menyatakan dan menyimpulkan, kemudia memastikan bahwa kejadian tersebut bukan kejadian yang sesungguhnya, melainkan merupakan kejadian yang direkayasa dan diisiasi oleh Wahyu,” katanya.

Gidion lantas mengatakan bahwa aktor utama dalam kasus ini merupakan Wahyu, dan kini pelaku masuk daftar pencarian orang.

“Pelaku masih hidup dan saat ini sudah masuk daftar pencarian orang,” katanya, dilansir dari mci-indonesia.id.

Gidion kemudian menjelaskan kronologis kasus tersebut.

Dijelaskan, Wahyu dibantu oleh 3 temannya yang memiliki peran masing-masing, yakni Abdil Mulki (37), Dena Surya Kusuma (25), dan Asep Rian Irawan.

Abdil Mulki berperan sebagai orang yang kala kejadian bersama Wahyu. Dia sengaja menambrakkan motornya hingga pura-pura pingsan.

Berikutnya Dena Surya Kusuma kemudian melaporkan kecelakaan tersebut ke Mapolsek Cikarang Pusat, dan Asep Rian Irawan selaku orang yang menolong Mulki.

Baca Juga: Tarif Masuk ke Puncak Candi Borobudur Naik hingga Rp750 Ribu, Luhut: Kalo Cuma ke Kawasan Harga Biasa

Polisi pun mendapatkan laporan adanya kejadian dua pengendara motor terpental di Kalimalang usai ditabrak mobil Toyota Fortuner pada Sabtu 4 Juni 2022 pukul 03.15 WIB.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa warga menemukan korban Abdil di tepi sungai yang mengalami luka di bagian kaki dan telah dibawa ke RS Medirosa Tegal Gede Cikarang.

Sementara itu, Wahyu dilaporkan tenggelam akibat terpental pengendara mobil yang melarikan diri.

Kini tiga pelaku yang menolong Wahyu ditetapkan sebagai tersangka dan dikenai Pasal 220 KUHP tentang laporan palsu dengan acaman hukuman maksimal 1 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan