Perkembangan Kasus Dugaan Suap Minyak Goreng, Kejagung Dalami Oknum Penerima Suap di Kemendag

Perkembangan Kasus Dugaan Suap Minyak Goreng, Kejagung Dalami Oknum Penerima Suap di Kemendag

Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah mendalami modus dugaan suap pada kasus minyak goreng, yakni dalam bentuk karton minyak goreng dari para pengusaha eksportir kepada oknum yang berada di Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Pendalaman penyelidikan ini, diduga kuat masih berkaitan erat dengan kasus pencurian uang rakyat berupa pemberian fasilitas minyak sawit mentah (ekspor crude palm oil atau CPO) yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, membenarkan bahwa proses ini dilakukan dalam rangka mendalami satu persatu dugaan modus siap karton minyak goreng.

“Termasuk mendalami satu per satu yang seperti disampaikan (penerimaan karton minyak goreng),” ujar Febrie Adriansyah, dikutip mci-indonesia.id pada Kamis, 2 Juni 2022.

Namun, Febri Andriansyah enggan untuk mengungkapkan secara rinci, siapa saja dalam yang terlibat di pihak Kemendag, yang diduga telah menerima suap karton minyak goreng tersebut.

Febri Andriansyah pun enggan berkomentar banyak soal daftar perusahaan yang juga diduga melakukan tindakan suap kepada oknum yang berada di Kemendag.

Febri Andriansyah menjelaskan, bahwa dugaan suap ini masih pada tahap penelusuran dan penyelidikan, yang dilakukan oleh tim penyidik bersama dengan pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Seperti diketahui, sebanyak lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian izin ekspor CPO ini.

Baca Juga: Gaji ke-13 untuk PNS hingga Pensiunan Cair Juli 2022, Cek Besaran Lengkapnya

Dari kelima tersangka ini, dua di antaranya, yakni Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana serta seorang pihak swasta bernama Lin Che Wei.

Kemudian tiga tersangka lainnya, yakni tiga bos perusahaan sawit yang turut terseret. Mereka adalah Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Master Parulian Tumanggor, Senior Manager Corporate Affairs PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, Stanley MA, dan General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas, Picare Tagore Sitanggang sebagai tersangka.

“Kita lihat nanti apakah ini akan mengarah ke tindak pidana terorisme atau tidak. Nanti berdasarkan bukti-bukti yang akan kami kumpulkan ini,” ujar Kabagbanops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar.

Tinggalkan Balasan