Pedagang Ditangkap karena Kurangi Timbangan Minyak Goreng, Polisi Sebut Keuntungannya Bisa Capai Rp6 Miliar

Pedagang Ditangkap karena Kurangi Timbangan Minyak Goreng, Polisi Sebut Keuntungannya Bisa Capai Rp6 Miliar

Seorang pedagang ditangkap lantaran diduga telah mempermainkan harga minyak goreng dengan mengurangi timbangan komoditas tersebut.

Penangkapan terhadap pelaku dilakukan Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Erlin Tang Jaya pada Kamis, 2 Juni 2022 menuturkan bahwa perbuatan pelaku telah melanggar Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 dan/atau Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dengan pelanggaran itu, pelaku yang kini telah berstatus sebagai tersangka terancam mendapatkan hukuman lima tahun penjara atau denda Rp2 miliar.

Menurutnya, pelaku berinisial BJ ditangkap pihak kepolisian berdasarkan laporan yang diterima pihaknya dari seorang berinisial AS.

“Tersangka dikenai tindak pidana usaha yang menawarkan atau mempromosikan dan membuat pernyataan tidak benar yang menyesatkan mengenai harga atau tarif suatu barang,” kata Erlin dalam keterangannya di Jakarta.

Erlin juga menegaskan bahwa pelaku kini telah ditangkap dan diamankan pihak kepolisian.

“Tersangka ini adalah pelaku usaha yang saat ini kami tangkap di wilayah Polres Metro Jakarta Utara,” ujarnya.

Dia menuturkan bahwa pelaku diduga telah menawarkan, mempromosikan, atau membuat perkara tidak benar dan menyesatkan terkait harga suatu tarif barang atau jasa dengan menggunakan sejumlah modus.

Modus BJ itu terungkap setelah pihak kepolisian bekerja sama dengan Unit Pengelola Metrologi Dinas PPKUKM DKI Jakarta dan ahli Kementerian Perdagangan untuk mengecek timbangan milik pelaku.

Pelaku kemudian diketahui tidak pernah melakukan tera ulang pada timbangan miliknya.

“Ada beberapa modus, yang pertama tersangka tersebut mengurangi berat timbangan sekitar 0,3 kg per jerigen. Kemudian tidak melaksanakan kewajiban untuk melakukan pengecekan timbangan,” ucapnya.

Dengan modus tersebut, pelaku diprediksi mendapatkan keuntungan sangat besar yang nilainya mencapai lebih dari Rp6 miliar.

Baca Juga: Perkembangan Kasus Dugaan Suap Minyak Goreng, Kejagung Dalami Oknum Penerima Suap di Kemendag

Erlin menjelaskan, selama beroperasi menjual minyak goreng dengan modus itu, pelaku mendapatkan selisih Rp1.973 per kg dari harga eceran Rp15.500 per kg atau Rp14.000 per liter.

“Apabila dikalikan dengan 20 ton minyak goreng per bulan, lalu dikalikan dengan 12 bulan, dan dikalikan dengan lama pelaku berjualan, ini bisa sampai dengan Rp6 miliar lebih keuntungan yang didapatkan pelaku,” katanya dikutip mci-indonesia.id dari Antara pada Jumat, 3 Juni 2022.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian kemudian menyita sejumlah barang bukti, berupa timbangan dan struk pembelian minyak goreng curah.

Tinggalkan Balasan